Tulisan Istimewa

pengenalan kampus

            MATERI PADA SEKOLAH SMA YPPGI KELAS 3 IPA DAN IPS 

TENTANG 

BAGAIMANA MENGENAL DUNIA KAMPUS 

RONNI EDOWAI,S.Ip 

  1. A.     PENDAHULUAN

Tidak sedikit orang-orang yang bingung akan kemana setelah mereka lulus. Kerja atau kuliah keduanya sama-sama memiliki nilai yang penting dan dibutuhkan. Sekarang memang banyak perusahaan yang memakai jasa anak lulusan SMA atau sejenisnya. Terutama untuk menyalurkan tenaga anak-anak muda yang ingin menmbah penghasilan atau sekedar meyalurkan hoby. Tentunya dengan memberikan porsi dan penempatan kerja yang sesuai dengan tingkat keahliannya dan pendidikannya, bahkan terkadang melebihi kapasitasnya yang dimilikinya sebagai tenaga lulusan SMA atau setingkatnya. hal ini juga berlaku sama seperti kampus yang memberikan keleluasaan bagi para calon mahasiswa baru untuk mengambil jurusan, sebagai bekal keahlian mereka setelah lulus nanti.

Bagi para mahasiswa baru, masa awal memasuki dunia kampus pastilah memberikan kesan tersendiri. Selain memiliki kultur dan sistem pendidikan yang berbeda dengan lingkungan SMA, dunia kampus juga berarti kesempatan untuk menemukan teman baru, tempat baru dan pengalaman baru. Banyak mahasiswa baru yang sudah mantap untuk menghadapi perubahan ini, tapi tak sedikit yang masih berdebar-debar untuk menghadapinya.

Bagi sebagian mahasiswa yang kebetulan memiliki saudara atau teman yang sudah terlebih dulu memasuki dunia kampus, pasti sedikit mengerti tentang perbedaan kultur kuliah dan sekolah. Walau begitu rasa penasaran untuk segera mengalaminya sendiri pasti pernah dirasa. Apalagi bagi mereka yang kebetulan benar-benar blind atau asing dengan dunia perguruan tinggi, pasti rasa penasaran akan lebih besar, bahkan tak jarang juga bercampur dengan rasa takut.

  1. B.     MENGENAL KAMPUS

Kampus adalah istilah lain dari universitas yang merupakan tempat para mahasiswa menuntut ilmu. Berbagai jenis orang dengan latar kebudayaan yang berbeda-beda berkumpul manjadi satu. Perbedaan budaya yang sangat kental dikampus menjadikan kita dapat saling mengerti kebiasaan dan pola berpikir dari setiap orang. karena kampus adalah tempat bagi siapapun yang ingin belajar apa saja. Banyaknya kampus dengan berbagai standarisasi membuat setiap calon mahasiswa yang ingin masuk harus memperhatikan juga capability yang ia punya. Pertama dari track record universitas, jurusan apa saja yang dimilikinya, pengadaan fasilitasnya bagaimana, dan penyesuaian biaya kuliah per semester atau pertahun. Hal agar kita tidak salah memilih universitas mana yang sesuai dengan kita, apalagi biaa kuliah saat ini terus menjulang tinggi tanpa pandang bulu.

  1. SISTIM PEMBELAJARAN

Perbedaan pertama  adalah mengenai sistem kredit semester (SKS) yang mungkin sangat asing pada jenjang sebelumnya. Dalam sistem ini, memungkinkan mahasiswa untuk memilih mata kuliah yang ingin diambil atau dipelajari dalam kurun waktu satu semester, tentunya dengan beberapa persyaratan tertentu. Ada mata kuliah yang tercantum dalam semsester genap, ada pula yang tercantum di semester ganjil. Sebagai contoh, pada semester dua seorang mahasiswa memilih tidak mengambil mata kuliah grammar karena satu dan lain hal. karena mata kuliah tersebut tercantum pada semester dua atau semester genap,maka ia dapat mengambil mata kuliah tersebut pada semester empat, enam atau delapan.

Selain itu, dalam sistem SKS juga memungkinkan mahasiswa mengambil kembali (re-take) beberapa mata kuliah yang pada semester sebelumnya ia mendapat nilai yang tidak memuaskan. Seperti  jika pada semester tiga seorang mahasiswa mendapat nilai D untuk mata kuliah translation maka ia dapat re-take mata kuliah tersebut di semester lima atau tujuh. Tentunya dengan harapan nilai yang diraih jauh lebih baik.

Hal ini sangat membantu mahasiswa, terutama bagi mereka yang juga sedang bekerja atau memiliki kesibukan tertentu. Tapi sebenarnya ini juga memiliki potensi yang justru dapat membuat mahasiswa kesulitan menyelesaikan waktu studinya.  Banyak kasus yang menunjukkan mahasiswa suka menumpuk-numpuk beban  mata kuliahnya, yang pada akhirnya membuatnya kesulitan pada semester-semester mendatang. Sebenarnya walau berbeda, dunia perkuliahan juga memiliki persamaan dengan kultur dan sistem di sekolah. Masih ada laporan evaluasi hasil pembelajaran yang jika di sekolah disebut rapor, maka di kampus disebut Indeks Prestasi (IP). IP sendiri ada dua jenis, yaitu IP semester dan IPK atau IP kumulatif. IP semester atau sering disebut IP saja adalah kumulasi dari nilai  hasil belajar mahasiswa dibagi jumlah beban sks dalam satu semester. Sedang IPK adalah komulasi dari hasil belajar mahasiswa yang perhitungannya berdasarkan pada semua beban sks yang telah ditempuh oleh mahasiswa.

Dua hal di atas adalah  contoh kecil dari perbedaan yang ada dalam dunia kampus dengan dunia SMA. Mahasiswa sudah dianggap dewasa, sehingga diharapkan mampu untuk lebih bertanggung jawab dalam mengelola perkuliahannya sendiri. Biasanya pihak kampus menyediakan seorang dosen pengampu atau pendamping akademik bagi mahasiswa. Dosen inilah yang akan mendampingi mahasiswa sampai ia menyelesaikan kuliahnya. Fungsi dosen pendamping adalah sebagai pendamping  bagi mahasiswa dalam mengelola rencana kredit semesternya. Dalam hal ini dosen pendamping  akan menyetujui atau menolak rencana dari mahasiswa dalam hal memilih beban sksnya.

Sistem pendidikan kampus berbeda dengan sekolah, karena standarisasi kampus diatur oleh DIKTI. Kalau disekolah anda menyebut istilah pelajaran dengan mata pelajaran, maka dikampus disebut dengan mata kuliah. Banyaknya matakuliah ini diatur oleh jurusan masing-masing. Ada yang berjumlah diatas 200 dan ada pula yang berjumlah dibawah 200. dalam mata kuliah juga mempunyai poin yang dikenal dengan SKS atau Sistem Kredit Semester yang berguna untuk menentukan jumlah banyaknya mata kuliah yang kita ambil dalam satu semester. Jumlah poin SKS maksimal 24, artinya setiap mata kuliah mempunyai poin tersendiri ada yang berjumlah 2 poin atau 3 poin yang semuanya dikalkulasikan menjadi jumlah maksimal SKS. Kalau anda ingin cepat lulus maka usahakan jumlah SKS anda selalu 24 jadi anda bisa mengambil banyak mata kuliah. Syarat anda agar dapat 24 SKS maka IP anda minimal harus 3,0 so pasti anda dapat 24 SKS. So try it oke.

  1. UNIVERSITAS, FAKULTAS DAN PRODI.

Ketika membicarakan mengenai sistem pembelajaran di perguruan tinggi, maka pasti tidak bisa lepas dari kata-kata Universitas, Fakultas dan Prodi. Sebenarnya apakah arti dari kata-kata tersebut?. Mari kita mulai dengan Universitas. Secara umum dan sederhana bisa kita definisikan universitas sebagai salah satu bentuk dari lembaga perguruan tinggi yang terdiri dari beberapa fakultas. Disebut sebagai salah satu bentuk, karena sebenanrnya selain universitas, ada beberapa bentuk lain dari Perguruan tinggi, seperti akademi, institut dan sekolah tinggi.  Sebagai sebuah lembaga, tentu sebuah Universitas memiliki sebuah struktur kepemimpinan. Pemimpin tertinggi dalam sebuah universitas disebut rektor.

Di dalam sebuah universitas sendiri, ada beberapa fakultas-fakultas. Fakultas tersebut dapat kita artikan sebagai sekumpulan program stud  (prodi) yang memiliki landasan disiplin ilmu yang sama. Misal fakultas teknik, yang di dalamnya mungkin terdapat prodi teknik mesin, prodi teknik otomotif, prodi teknik sipil dan sebagainya. Jika pimpinan dalam sebuah universitas disebut rektor, maka pimpinan dalam sebuah fakultas disebut dekan. Prodi juga memiliki struktur tersendiri i. Pimpinannya berada di tangan seorang ketua prodi dan biasanya dibantu oleh beberapa wakil, seorang sekretaris, seorang bendahara dan beberapa jabatan lainnya.

  1. E.     KKN dan PKL

Sebuah perguruan tinggi selalu berlandaskan pada tridharma perguruan tinggi dalam menjalankan segala roda aktivitasnya. Apakah itu tridharma perguruan tinggi? Ini adalah semacam landasan bagi semua perguruan tinggi di Indonesia. Adapun isi dari tridharma perguruan tinggi adalah: pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengembangan serta pengabdian kepada masyarakat. Inilah yang menjadi landasan bagi semua perguruan tinggi di Indonesia.

Dalam rangka menunaikan tiga kewajiban tersebut, perguruan tinggi mengintegrasikan mata kuliah yang bertujuan untuk mewujudkan pengabdian kampus kepada masyarakat. Salah satu yang paling populer adalah KKN atau Kuliah Kerja Nyata. Dalam KKN, mahasiswa diaharapkan untuk menyatu dengan masyarakat. Ini menghindarkan warga kampus dari gejala primordialisme kampus yang membuat mereka terpisah dari masyarakat dan seakan-akan membentuk kelas sendiri. KKN bertujuan untuk menghilangkan sekat-sekat yang mungkin ada antara mahasiswa dan masyarakat.

Banyak hal yang dilakukan oleh mahasiswa dalam KKN tergantung tema besar yang diusung. Ada beberapa tema besar yang biasanya ada dalam KKN, seperti Pemberdayaan Keluarga Kecil, Peningkatan Mutu Pendidikan Masyarakat, Pengentasan Buta Aksara dan sebagainya. Banyak mahasiswa yang malas mengikuti KKN, padahal dengan KKN lah, justru mahasiswa diberi kesempatan secara nyata mengembangkan skill sosial mereka.

Beda dengan KKN, PKL atau Praktik Kerja Lapangan adalah suatu program mata kuliah yang bertujuan untuk mengasah keterampilan mahasiswa pada praktik nyata di lapangan. Metode teknis PKL tergantung dari fakultas asal. Jika berasal dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) , mahasiswa biasanya diberi waktu tertentu untuk praktik mengajar di sekolah. Jika berasala dari FE atau Fakultas Ekonomi, mahasiswa mungkin diminta berpraktik di sebuah perusahaan atau koperasi. PKL sebenanrnya juga menawarkan kesempatan kerja  yang sangat baik. tak jarang melalui PKL, mahasiswa mendapat sebuah pekerjaan.

  1. F.      BEASISWA

Tanggung jawab yang dipikul  sebagai seorang mahasiswa tentunya berbeda dengan tanggung jawab pelajar sekolah menengah atas. Mahasiswa sewajibnya mulai memikirkan visinya ke depan, terutama mengenai keuangan. Dengan biaya yang rata-rata tidak sedikit, banyak mahasiswa yang tersadar untuk mulai meringankan beban orang tuanya. Ada yang dengan bekerja paruh waktu ataupun memburu beasiswa.

Sebenarnya banyak beasiswa yang dapat ‘diperebutkan”, termasuk jenis dan syaratnya.  Beberapa beasiswa yang paling populer diantaranya BKM (beasiswa khusus mahasiswa) dan Beasiswa PPA (program peningkatan akademik), keduanya dikeluarkan oleh Kemendiknas.  Selain itu ada beberapa beasiswa yang dikeluarkan oleh korporasi atau perusahaan seperti beasiswa Djarum (PT Djarum Kudus, tbk), Beasiswa PGN (Perusahaan Gas Negara) Beasiswa Beasiswa MEDCO, Beasiswa ASTRA, Beasiswa Bank Indonesia, Beasiswa Sampoerna dan masih banyak lagi. Beberapa yayasan pun ada yang menyediakan beasiswa untuk mahasiswa, seperti Beasiswa SUPERSEMAR (Yayasan Supersemar) Beasiswa dari Gloria, Beasiswa dari Goodwill International, Beasiswa dari Yayasan Karya Salemba dan masih banyak lagi.

  1. G.    MENENTUKAN JANGKA WAKTU KULIAH

Satu lagi yang terpenting adalah menentukan jangka waktu kuliah. Keadaan ekonomi keluarga, ikatan dan syarat beasiswa serta kondisi dan tren dunia kerja harus dipertimbangkan. Apalagi ada beberapa kampus yang menerapkan sistem DO atau drop-out bagi mahasiswa yang terlalu lama menyelesaikan kuliahnya. Mahasiswa yang di drop-out berarti mahasiswa tersebut telah kehilangan statusnya sebagai mahasiswa atau dengan kata lain dipecat. Aktivitas di UKM dan ORMAWA ataupun yang lain terkadang menjadi kendala utama dalam menyelesaikan waktu kuliah. Begitu pula dengan skripsi dan nilai akademis. Sebagai seorang mahasiswa, diharapkan mampu berpikir bijak dan sesegera mungkin turut berkarya dan bekerja untuk membangun masyarakat dan dirinya sendiri setelah lulus.

 

contoh surat pindah kampus

Jayapura, 8 Maret 2012
Hal : Permohonan Pindah Fakultas
Kepada Yth,
Bapak Rektor
Di
Tempat

Syalom
Sehubungan dengan datangnya surat ini, saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama :
NPM :
Jurusan : S1 / B
Fakultas : Ekonomi
Dengan rasa hormat meminta surat pindah studi kuliah kepada Bapak. Adapun rencana pindah tersebut sudah saya pertimbangkan dan dikomunikasikan terlebih dahulu dengan orang tua, dan salah satu yang menjadi alasan mendasar saya pindah karena keterbatasan saya maupun orang tua saya untuk melanjutkan studi kuliah di Fakultas Ekonomi.
Dan saya berencana untuk melanjutkan studi kuliah saya di Fakultas Pertanian –Umel Mandiri.
Mudah-mudahan dengan surat permohonan ini menjadi bahan pertimbangan Bapak untuk memberikan surat izin pidah studi kuliah kepada saya.
Atas segala perhatiannya saya ucapkan terima kasih. Mohon maaf atas segala kekurangan dan harap dimaklum.
Hormat saya,

Orion Kayame

REGION: Economic issues put strain on media freedom – PJR Report

French Polynesia President Oscar Temaru with New Caledonia’s President Harold Martin and French Polynesia Assembly member Tea Hirshon.

While few Pacific nations and territories experience a regime of media restriction such as Fiji, many find themselves in a situation where funding for public broadcasting is a long way down the governments’ wishlists.

The publication of the Pacific Journalism Review report tomorrow coincides with a recent announcement by the Territorial Assembly of French Polynesia, or Tahiti, of the planned closure of the online bilingual (English and French) news service, Tahitipresse.

Editor Thibault Marais spoke to Radio New Zealand International about the assembly’s plans to wind it up at the end of the year.

“The alternative plans could be maybe merging with the Tahiti Nui Television service. The other plan could be private companies which might be interested in continuing this service,” he said.

“At least two companies told us that they were interested and maybe we could talk about that as well.”

In June, RNZI reported pro-independence Assembly member Tea Hirshon was not hopeful for the future of Tahitipresse and blamed previous governments for failing to take measures to reduce costs.

Little choice
Despite Hirshon’s view at that time that the assembly would not fully comply with the report, as it wasn’t a “bible to be followed”, it seems the territory has had little choice as it struggles to scale back the extravagant spending that France has made clear it will no longer support.

She said assembly ministers did not rate the importance of online news in English particularly highly.

The report says French Polynesia has felt intense pressure from France to enact reforms for the past 12 months.

“The Bouillet Report has encouraged major cuts to a myriad of ‘surplus’ public bodies and departments as France puts increased pressure to curb the overspending and reduce its costs in the territory,” it says.

“The public broadcaster Tahiti Nui TV may well be at risk as the Territorial Assembly is looking to convert it to a web-based service.”

With more direct and violent infringements on freedom of the press, the Pacific Media Freedom Report lists West Papua as the most dangerous place for journalists and media personnel.

In another timely and tragic event, reporter Duma Tato Sanda, of Cahaya Papua, was last week beaten and had his camera and motorbike stolen by workers at the controversial Freeport mine in Timika, Papua.

(cc) Creative Commons

Pacific media freedom 2011: A status report

Tahitipresse

Tahiti Nui TV

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.